menjaga kesehatan mental di tengah corona
Artikel,  Catatan,  Featured Posts,  Tips Parenting

6 Tips Menjaga Kesehatan Mental Keluarga

Dear teman teman bagaimana kabar? Masih work from home ?
Tadi malam dapat informasi bahwa kegiatan luar rumah anak saya yang homeschooling masih diperpanjang.
Artinya ? kami semua dirumah selama 24 jam, tiap hari tiap saat.
Keluar rumah untuk hal yang sangat mendesak saja
Kuat teman teman? Kuat dong, harus kuat tepatnya 😃

Perubahan aktifitas yang tadinya bisa keluar rumah walau hanya sekedar lari pagi bareng di taman kota saat ini tidak bisa dilakukan. Semua taman kota di Bogor diberi penghalang dan himbauan tidak boleh masuk area tersebut. Tempat makan banyak yang tutup untuk mendorong social distance bisa dilakukan secara luas dan maksimal untuk memutus mata rantai corona.

Selama di rumah, masing masing punya aktifitas sendiri. Ruang tamu berubah jadi tempat kerja dan mengerjakan tugas anak di rumah. Belum lagi ada tugas anak yang harus via video call dengan  gurunya. Orang tua menjadi guru anak anak di rumah dengan beragam tugasnya yang lumayan banyak. Saat ini, ibu memasak lebih banyak dari biasanya, ada yang samaan? curhat saya😂

Selama di rumah dengan beragam aktifitas baru, kita tetap harus menjaga kesehatan, baik fisik dan mental. Ya, kesehatan mental ini berpengaruh pada kesehatan fisik kita juga.
Pernah mengalaminya?
Setelah membaca beragam berita corona baik di berita, medsos atau grup whatsapp tetiba kita pusing, pegang kepala kita terasa panas?
Yup, mendapat berita negatif terus menerus, bisa membuat cemas berlebihan. Hal tersebut bisa menurunkan daya imunitas tubuh kita.
Kok bisa ya?
Dikutip dari alodokter, stres yang tinggi dapat memicu tubuh untuk terus memproduksi hormon kortisol. Kadar hormon stres atau kortisol yang tinggi lama-kelamaan dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah.

Bagaimana menjaga kesehatan mental keluarga tetap sehat dan kuat ditengah wabah corona?
Berikut tips umimami

1. Bermain dan olahraga bersama

Selama dirumah saja, kita bisa meluangkan waktu untuk bermain dan olahraga bersama. Jangan lupa diusahakan berjemur tiap hari. Hal ini berguna untuk memperkuat bonding antar keluarga dan menjaga kesehatan.
Sambil berjemur bisa sambil ngobrol atau tebak tebakan.
Setelah berjemur, kita bisa melakukan olahraga ringan. Ada beragam olahraga yang bisa dilakukan dirumah seperti workout, senam bersama gaya bebas, itu kami hihi

Bermain bersama bisa dilakukan menggunakan mainan yang ada di rumah atau membuat sendiri dengan bahan bahan yang ada. Seperti permainan  board game, monopoli , tebak tebakan, main kartu dan lain lain.
Semuanya dibuat menyenangkan.

2. Memilah informasi yang diterima

Sejak wabah corona merebak, ada beragam informasi yang didapat, entah dari televisi, portal berita, media sosial dan grup grup whatsapp yang diikuti.
Berita yang diterima bagai air bah yang tak terbendung. Berhati hatilah menerima informasi yang ada. Karena ditengah situasi seperti ini, tetap saja ada hoax dari orang orang yang tidak bertanggung jawab.
Selain hoax, ada berita yang judulnya bombastis, terkadang isinya tidak menggambarkan judulnya. Jadi jika kita mau membaca berita, belajarlah membaca judul dan isinya sampai tuntas.

Jika sekiranya informasi Corona membuat kita terganggu, sebaiknya menghindar dulu. Tutup media sosial beberapa waktu, clear chat isi grup whatsapp atau keluar dahulu.

Yang utama adalah seluruh anggota keluarga sudah mengerti apa itu corona dan bagaimana pencegahannya termasuk anak kita. Pemberian informasi pada anak disesuaikan dengan usianya dengan penyampaian yang lugas dan santai. Dengan demikian anak kita memahami isi yang ingin kita sampaikan bukan menangkap ketakutan berlebihan dari kita orang tuanya

3. Melakukan hobi

Hobi bisa membuat hati tenang dan rileks. Di suasana seperti ini kita bisa melakukan hobi yang bisa dilakukan di rumah. Seperti membaca buku, berkebun, menjahit, memasak dan lain lain.

Berkebun di lahan sempit

Kita bisa juga memanfaatkan beragam aplikasi untuk menyalurkan hobi ini. Seperti youtube, podcast, tiktok, instagram dan lain lain.
Aplikasi ini berhubungan dengan orang lain. Artinya, jangan lupa kita juga harus siap jika mendapat saran, kritik atau ujaran yang kurang menyenangkan. Jangan sampai malah menjadi tambahan yang mengganggu pikiran kita.

4. Berkomunikasi 

Sebagai makhluk sosial kita membutuhkan teman untuk berbicara. Untuk menjaga kesehatan mental keluarga, perlu ada komunikasi keluarga yang baik, sehingga masing masing anggota keluarga merasa nyaman berbicara segala macam hal. Keluarga menjadi tempat curhat terbaik.

Ditengah social distancing ini, kita masih bisa berkomunikasi dengan saudara dan teman via online. Bisa ngobrol bareng via aplikasi atau telepon bertanya kabar dan saling cerita. Kami biasanya menggunakan video call di whatsapp, bisa sampai maksimal 4 orang video call bersama.
Jangan lupakan juga berkomunikasi dengan tetangga sekitar kita walaupun tak bisa bertatap muka.

5. Gembira Bahagia

“Hati yang gembira adalah obat”

Keadaan saat ini tentu tidak menyenangkan bagi semua orang. Tapi kita harus belajar menerimanya. Anggap sedang menjadi kepompong yang siap menjadi kupu kupu cantik.

Bahagia tidak perlu menunggu apa yang kita inginkan sudah terwujud. Bahagia bisa muncul dari cara yang sederhana, yaitu bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini.
Bahagia ini bisa kita dapat melalui berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Baik itu materi atau non materi.

Happiness comes from you, no one else can make you happy, you make you happy

6. Mendekatkan diri pada Tuhan

Ini yang paling penting menurut saya pribadi. Corona adalah makhluk dan memiliki penciptanya. Kita minta sama pemilik corona, agar virus ini segera hilang serta kita semua selamat. Meminta dengan penuh ikhlas dan yakin bahwa Tuhan akan menolong. Mendekat diri pada Tuhan membuat kita lebih tenang menghadapi situasi ini.

Sharing yuks, bagaimana cara teman teman menjaga kesehatan mental

Stay safe, take care teman teman

36 Comments

  • Lidya Fitrian

    Harus cari cara supaya ga bisan apalagi stres selama di rumah terus ya yang bisa berakibat buruk. Sambil melakukan aktivitas juga tak lupa berdoa agar Pendemi ini segera berakhir. Memilah informasi yang diterima harus banget biar gak mendapatkan hoax yang kadang membuat kta jadi drop

  • Dizaz

    Memilah informasi kalau saya yang utama, kak.
    Mencari informasi ke sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Ikutin saran2 menjaga kebersihan, terakhir berdoa dan pasrah.
    Semoga wabah ini segera berlalu ya.

  • Rudi G Aswan

    Satu lagi Kak, banyakin ngemil hehe. Kalau ngendon sama anak-anak biasanya bawaannya nanya makanan kecil mulu. Kudu sering komunikasi sih dan cari hiburan biar ga stres. Semoga Corona segera pergi.

  • ge maulani

    Kurang lebih sama sih mba caranya sama poin-poin mba. aku menjaga kesehatan mental selama pandemi ini begitu caranya. Cuma sekarang agak puyeng juga membedakan mana yang hoax dan bukan beritanya. Jadi kadang kulewati aja beberapa beritanya karena it berita membuat aku jadi parno heheu. Semoga lekas berakhir ya COVID-19 ini biar semua sendi kehidupan berjalan normal seperti semula. Bosen banget soalnya koneksi internet yang biasanya lumayan cepat jadi ya gitu deh karena semua orang ngakses internet setiap saat sepertinya

  • Marfa Umi

    Sudah dua hari terakhir aku susah tidur karena cemas parah sih akibat covid ini, dan mau mengatur lagi pola makan, olahraga, sama distrak sama kegiatan sebisanya karena kita hanya busa mengontrol diri sendiri

  • ungayossy.com

    Harus saling mengiatkan di saat seperti sekarang ya kak. Dan kesehatan tetap juga hatus selalu menjadi perhatian yang gk bisa kita sepelehkan. Mjngkin jg saat sekarang ini kita disuuh lebih lagi menjaga kesehatan

  • Dewi adikara

    Setuju banget dengan pemaparan Umimami di atas. Dewi di rumah memperbanyak kegiatan bermain dan berdoa bersama dengan keluarga, selain untuk lebih happy juga meningkatkan bonding:)

  • Nurul Fitri Fatkhani

    Supaya gak bosan apalagi stress, memang lebih baik kita melakukan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan diri sendiri. Mengerjakan hobi merupakan salah satu alternatif kegiatan yang bikin kita selalu fresh

  • Siti Mustiani

    Untungnya hobi saya juga bisa dilakukan dari rumah (yaitu ngeblog) hehe tapi udah mulai kehabisan bahan tulisan ini mah, semoga kita semua diberi kesehatan dan pandemik ini juga segera berakhir yaa amiin

  • www.grandysofia.com

    aku jadi meningkatkan bonding sama suami kayak belajar bebikinan resep-resep gitu, lebih ke bikin cookies, kemarin bikin pie susu tapi gagal alias ambyar hihi, pengalaman selama self quarantine ini

  • Rani Yulianty

    Kalau baca info-info tentang corona di grup wag suka takut dan cemas, dan memang mesti tetap berpikiran positif ya di kala masa genting kayak gini, semoga wabah cepat berlalu dan kita semua bisa beraktivitas dengan normal kembali

  • Damar Aisyah

    Sebenarnya WFH ini juga banyak hikmahnya, cuma situasinya aja yang bikin gak enak karena sedang pandemi. Satu-satunya yang bikin berat itu karena gak bisa keluar sama sekali khususnya untuk anak-anak, jadi memang harus pinter-pinter nyari kegiatan kayak gini.

  • Bai Ruindra

    Semoga kita selalu sehat dan mendapatkan hari terbaik untuk diberikan kesabaran dan ketabahan. Nggak ada yang bertahan lama di dunia ini, semua akan kembali kepada-Nya sebagai pemberi.

  • Hastin Pratiwi

    Yang no 2 aku setuju banget mbak.
    Klo sudah penuh isi kepala ini biasanya aku lebih suka off-in HP dan menetralisir diri dari berbagai macam informasi. Biasanya sih setelah itu pikiran lebih sehat dan segar lagi 🙂
    Stay safe & keep smiling ya mbak. Terima kasih tipsnya.

  • Ria Kurniasih

    Semenjak anak-anak dirumah terus, aktivitas megang gadget pun berkurang, karena saya harus menemani mereka bermain dan melakukan aktivitas lain-lain. Udah hampir 3 minggu, anak-anak udah mulai jenuh

  • Joni Pranata

    lebih ke.. mengambil hal-hal positif dari kejadian ini sih mbak, kalau untuk nggak keluar rumah memang kerjanya dirumah aja, jadi gak ada masalah. Intinya ya.. happy happy aja bareng anak anak, main nonton, bikin makanan dkk hehe

  • arigetas.com

    Anak saya, Aria (9 tahun) sudah sebulanan lebih sekolah di rumah dan tidak bermain bersama sahabatnya di perumahan. Kami sebagai orang tua sudah merasa bahwa Aria bosannya udah di ujung kepala.

    Untungnya, dia punya adik batita yang sedikit banyak bisa jadi teman bermainnya. Juga, kadang di waktu pagi banget, kami ajak Aria bersepeda keliling perumahan supaya tidak stres di rumah.

  • Euisry Noor

    Memang pandemi ini bikin kita seperti terkurung di dalam rumah ya… Mesti banget ngelakuin upaya buat jaga kewarasan. Sepakat sama tipsnya. Lakuin hal2 menyenangkan yg jadi hobi dan bisa dikerjakan di rumah. Jaim juga, alias jaga iman, hehe… Ambil hikmahnya, jgn bergelut dg pikiran yg negatifnya aja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *