Artikel,  Catatan,  Featured Posts,  Tips Parenting

Tips Bunda Tak Kalap di Musim Banjir Diskon Buku

Menjelang akhir semester-2 tahun 2016, para penerbit berlomba-lomba memanjakan bookslovers dengan menyediakan begitu banyak fasilitas pembelian buku, seperti diskon, bonus produk lain, ataupun gratis ongkos kirim.

 

Para Bunda yang memang basicly menyenangi segala sesuatu yang berbau diskon ataupun bonus langsung deh lapar mata, dan bisa bimbang setengah mati dibuatnya.

Gimana caranya agar mata Bunda tak kalap saat banjir diskon buku seperti sekarang-sekarang ini?
Simak tiga trik dari umimami berikut ini:

1. Urutkan Prioritas Kebutuhan Buku

Kita mungkin sudah memiliki beberapa wishlist buku dari berbagai penerbit (kalau belum, Bunda dapat membuatnya dahulu ya).

Tentukan lah urutan prioritas dari daftar tersebut, dengan cara mencocokkan antara rekomendasi usia dengan target pembaca di rumah. Misal, saat ini yang sedang membutuhkan buku adalah sang Kakak (usia SD), maka daftar buku untuk Kakak ditempatkan di urutan teratas pada daftar prioritas kita. Lalu menyusul Adik, atau Bunda, atau Ayah.

Contoh urutan prioritas ini misalnya:

  1. Kakak – komik sains
  2. Adik – buku permainan
  3. Bunda – buku homescooling
  4. Ayah – Alquran ber-epen

Setelah mendapatkan urutan prioritas kebutuhan anggota keluarga,
pencocokan dengan urutan prioritas judul ataupun jenis buku otomatis akan kita dapatkan pula. Pastikan Bunda mendapatkan informasi yang cukup mengenai konten dan rekomendasi usia pembaca buku tersebut, yang biasanya bisa didapatkan dari tim marketing penerbit (antara lain yang dikenal dengan sebutan Book Advisor, Educational Product Consultant, atau berbagai istilah lain).

Hasil pencocokan ini misalnya:

  1. Kakak – komik sains (Confidence in Science/Widya Wiyata Pratama)
  2. Adik – buku permainan (Fun Thinker/Pelangi Kata)
  3. Bunda – buku homescooling (Apa itu Homeschooling karya Pak sumardiono)
  4. Ayah – Alquran ber-epen (Mushaf Muqamat for Kids/Mushaf wanita/Wonderful Alquran)

2. Urutkan Anggaran Rumah Tangga

Langkah berikutnya, mengurutkan daftar prioritas kebutuhan rumah tangga, agar pengeluaran rutin bulanan yang lain tidak terganggu dengan kehadiran anggaran pengeluaran untuk pembelian buku. Ingat, meski diskon, kita tetap harus mengeluarkan dana yang mengambil dari anggaran rumah tangga, jadi efeknya mesti benar-benar diperhitungkan ya, Bunda.

Contoh:

  • Anggaran rutin tagihan bulanan (listrik, air, cicilan, keperluan pendidikan, tabungan, dll) – OK
  • Sisa anggaran yang masih dapat dibelanjakan – Rp. 800.000

Nah, setelah ktia mendapatkan nominal sisa anggaran yang masih dapat dibelanjakan, Bunda dapat lanjut ke langkah berikutnya.

3. Cocokkan Kebutuhan dengan Anggaran

Lakukan langkah pencocokan antara langkah-1 dengan langkah-2:

  1. Kakak – komik sains (Confidence in Science/Widya Wiyata Pratama) – CIS diskon 30%, WWP tidak diskon tapi berbonus 1 paket buku lagi. Tapi walau sudah diskon, harga buku masih melebihi sisa anggaran – coret dulu!
  2. Adik – buku permainan (Fun Thinker/Pelangi Kata) – FT sedang tidak diskon, harga melebihi anggaran. Pelangi kata sedang tidak diskon tapi ada promo gratis ongkir, harga Rp.550.000 – harga kurang dari sisa anggaran – beli!
  3. Bunda – buku homescooling (Apa itu Homeschooling karya Pak sumardiono) – harga sekitar Rp. 80.000, masih bisa menggunakan sisa anggaran – beli!
  4. Ayah – Alquran ber-epen (Mushaf Muqamat for Kids/Mushaf wanita/Wonderful Alquran) – ketiga produk ini bisa digunakan Ayah bersama seluruh anggota keluarga. Perlu di beli, tapi anggaran tidak mencukupi – coret dulu!

Dari hasil pencocokan, didapat lah buku yang bisa dibeli saat ini, yaitu Pelangi Kata untuk Adik, dan Apa itu Homeschooling untuk Bunda.

“Yang untuk Kakak dan Ayah gimana?”
“Aduh, kasian donk Kakak dan Ayah ga dibelikan?”
“Mumpung lagi promo diskon nih….?”
Hihihiii…
Hampir bisa dipastikan, para Bunda mudah galau karena banjir diskon ini. Meski sudah memiliki daftar prioritas, tetap saja masih lirik-lirik produk lain yang memang sedang dibutuhkan.
Tenang Bunda, dengan sisa anggaran yang masih Bunda miliki (katakanlah Rp. 150.000 seperti ilustrasi contoh di atas), maka beberapa alternatif solusi yang bisa Bunda pilih antara lain:
  • Membeli melalui arisan buku (cukup membayar iuran pertama saja untuk bulan ini, jadi lebih ringan di kantong dan sisa anggaran ktia masih mencukupi). Asalkan, Bunda mesti sabar menunggu giliran mendapatkan buku tersebut.
  • Bergabung dengan tim marketing produk tersebut (kita dapat mendaftar melalui salah satu marketing yang kita kenal, atau yang sekiranya dapat kita percaya, karena setiap marketing biasanya memiliki program rekrutmen). Setelah itu, kita dapat berpromosi dulu untuk mendapatkan customer dengan menawarkan program-program promo tadi kepada teman-teman terdekat ataupun sanak saudara kita. Setelah mendapat customers, kita akan mendapatkan komisi penjualan yang bisa ktia gunakan untuk membeli buku-buku yang kita inginkan tadi (baik dengan cara tunai jika komisi kita mencukupi, ataupun cicilan dan arisan).

Ternyata tidak sulit kan, Bunda, menjaga mata ktia agar tidak langsung kalap diserbu banjir diskon buku?

Terapkan trik dari umimami ini, insyaAllah Bunda tetap dapat memiliki buku yang dibutuhkan sambil tetap menjaga kestabilan anggaran rumah tangga.
Selamat mencoba! 🙂

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *